Pustu Tidak Layak, Kades Lere Pertanyakan Kinerja Dinas Terkait

0
136
IST/BERITA SAMPIT - Kondisi bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Lere yang sudah tidak layak digunakan.

BIMA – Kepala Desa Lere Dahlan AR meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait memperhatikan keberadaan sarana dan prasarana kesehatan di desa tersebut. Hal ini dikarenakan kondisi bangunan Puskesmas Pembantu ( Pustu) di desa Lere sangat tidak layak.

“Dijadikan kandang pun sudah tidak layak, karena setiap ruangan itu sudah bocor kemudian ruang tindakan, ruang perawat pun sudah bolong. Yang menjadi persoalan, saya kemarin sudah dijanjikan oleh istri wakil bupati kemudian, pak farid dari dinas kesehatan itu, kemudian ibu kepala Puskesmas Parado menjanjikan tahun ini ada pekerja perbaikan atau renovasi lah atau bangun baru untuk pustunya,” ungkapnya via telepon seluler, Rabu 8 Maret 2023

Diungkapkan, bahwa sarana dan prasarana kesahatan yang memadai merupakan impian semua orang, salah satunya Pemerintah Desa Lere Kecamatan Parado. Mengingat Keberadaan Pustu baik bangunan, prasarana serta peralatan kesehatan harus dilakukan pemeliharaan agar layak difungsikan sehingga masyarakat dalam mendapatkan hak kesehatannya dapat terpenuhi.

“Yang pastinya dari dinas kesehatan jangan tutup mata lah dengan persoalan ini, terutama yang pernah menjanjikan itu dari kemarin itu dari Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas Parado waktu berkunjung bersama istri Wakil Bupati pada Oktober 2022 lalu,” Imbuhnya.

Ia melanjutkan, pada saat Musrenbang tingkat Kecamatan Parado, Senin 6 Maret 2023 lalu, Pihak Bappeda Kabupaten Bima mengatakan tidak ada bahkan binggung ketika Kepala Puskesmas Parado mengatakan ada pengerjaan perbaikan untuk Pustu Lere

“Keberadaan Pustu Lere hanya 5 persen yang layak digunakan bahkan kamar tidur untuk petugas pun atapnya sudah bolong, lalu dimana lagi 5 persen itu layak digunakan sebenarnya karena atap di setiap ruangan sudah bolong serta ruangannya pun digenangi air ketika hujan,” bebernya.

Ia menegaskan, apabila pustu tersebut tidak dilakukan perbaikan sebaiknya ditarik saja para petugasnya dan lere tidak perlu dikasih apa apa yang berkaitan dengan kesehatan.

“Kalau memang tahun ini keberadaan pustu Lere tidak diperhatikan sebaiknya ditarik saja para petugasnya karena memang keberadaan Lere dan Parado riskan sekali, sebab jaraknya 13 kilometer,ā€¯Tegasnya

Selanjutnya ia menambahkan, keberadaan motor dinas yang di peruntukan untuk tenaga kesehatan yang di tempatkan di pustu Lere kondisinya juga sudah tidak layak dipergunakan.

“Di puskesmas yang jarak tempuhnya sampai 1 kilometer untuk petugas malah motornya bagus-bagus, sementara jarak tempuh hingga 13 kilometer malah dikasih motor yang lebih layak dijadikan motor gunung,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Parado Kaltum, S.Kep.saat dihubungi Berita Sampit via telepon seluler, mengungkapkan pada Senin 6 Maret 2023 lalu pihaknya sudah menyampaikan kepada Bappeda kabupaten Bima, termasuk Pemerintah Kecamatan Parado bahwa Puskesmas Parado sudah konsultasikan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bima terkait adanya Dana Alokasi Khusus (DAK)

“Tetapi, ternyata lokasi dananya tidak sampai ke pihak Bappeda kemarin dan tidak ada, tenyata yang masuk itu hanya Polindes Kanca dan pafing depan Puskesmas itu aja,” jelasnya.

Kaltum menambahkan, dengan adanya persoalan itu, pihak Bappeda akan koordinasikan dengan Dinas Kesehatan kabupaten Bima

“Seminggu lagi Bappeda akan bertemu lagi dengan Dinas Kesehatan bersama kepala Puskesmas untuk membahas anggaran 2023 apa saja yang dianggarkan oleh Dinas,” bebernya.

“Hingga saat ini saya mempertanyakan karena dari kemarin saya perjuangkan dan wanti-wanti karena memang dana dari dinas sudah acc, tapi kenapa gak ada di Bappeda dan Insya Allah seminggu ini secepatnya kita kembali ke Dinas,” tutupnya. (Nain)